Pikir atau Fikir, yang Benar Adalah?



Manakah penulisan yang benar, fikir atau pikir?
Manakah yang merupakan kata baku, pikir atau fikir?

Kata pikir atau fikir merupakan kata yang diambil dari bahasa Arab. Bila dalam bahasa Arab pengucapannya adlaah fikir, lalu bagaimana pada bahasa Indonesia? Apakah pikir atau fikir?

Bila dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka kata yang benar adalah pikir. Kata fikir dengan f bukan termasuk kata baku karena tidak cocok dengan lidah orang Indonesia.

Kata yang benar dan baku adalah pikir.

Arti kata pikir menurut KBBI adalah:

  1. Akal budi.
  2. Kata di hati.

Turunan kata pikir:

  1. Berpikir artinya adalah menggunakan akal pikiran unutk menimbang atau memutuskan sesuatu.
  2. Berpikir-pikir artinya adalah menimbang-nimbang baik buruk suatu hal.
  3. Berpikiran artinya adalah mempunyai pikiran.
  4. Memikirkan artinya adalah mencari upaya untuk menyelesaikan sesuatu dengan akal.
  5. Memikiri artinya adalah memikirkan sesuatu.
  6. Memikir-mikirkan artinya adalah mencari-cari upaya untuk menyelesaikan sesuatu.
  7. Memikir artinya adalah berpikir tentang sesuatu.
  8. Pemikiran artinya adalah proses, cara, atau perbuatan memikirkan.
  9. Sepikiran artinya adalah satu pikiran, punya pikiran yang sama tentang sesuatu.
  10. Pemikir artinya adalah orang cerdik pandai yang pemikirannya dipakai orang lain. Filsuf.
  11. Pikiran artinya adalah hasil berpikit, akal, ingatan, angan-angan, gagasan.
  12. Terpikirkan artinya adalah dapat dipikirkan, dapat dibayangkan.
  13. terpikir  artinya adalah terkandung dalam ingatan, teringat. 


Catatan penting:

  • Terpikir atau terfikir, yang benar adalah terpikir.
  • Berpikir atau berfikir, yang benar adalah berpikir.
  • Berpikiran atau berfikiran, yang benar adalah berpikiran.
  • Sepikiran atau sefikiran, yang benar adalah sepikiran.
  • Pikiran atau fikiran, yang benar adalah pikiran.
  • Terpikirkan atau terfikirkan, yang benar adalah terfikirkan.


Contoh kalimat dengan menggunakan kata  :
  • Pikir saya, dialah yang melakukannya.
  • Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.
  • Sungguh tak terpikirkan olehku dia akan berbuat begitu.



Previous
Next Post »
Thanks for your comment